Laporan Resmi 05-07 Konsep Pemrograman [Decission]

October 11, 2018 | Author: Rendra Budi Hutama | Category: N/A
Share Embed Donate


Short Description

Untuk keperluan pengambilan keputusan, C menyediakan beberapa jenis pernyataan, berupa if, if-else, dan switch. Pernyata...

Description

PRAKTIKUM 5 Decission : if & if … else

A.

Dasar Teori Untuk keperluan pengambilan keputusan, C menyediakan beberapa jenis pernyataan,

berupa if, if-else, dan switch. Pernyataan-pernyataan tersebut memerlukan suatu kondisi, sebagai basis dalam pengambilan keputusan. Kondisi umum yang dipakai berupa keadaan benar dan salah. Operator Relasi

Operator relasi biasa dipakai untuk membandingkan dua buah nilai. Hasil pembandingan berupa keadaan benar atau salah. Keseluruhan operator relasi pada C ditunjukkan pada tabel disamping.

Operator Logika. Operator logika biasa dipakai untuk menghubungkan ekspresi relasi. Keseluruhan operator logika ditunjukkan pada tabel berikut.

Bentuk pemakaian operator && dan || adalah :

Operand1 operator Operand1

Pernyataan if Pernyataan if mempunyai bentuk umum : if(kondisi) pernyataan; Bentuk ini menyatakan : 

Jika kondisi yang diseleksi adalah benar (bernilai logika = 1), maka pernyataan yang mengikutinya akan diproses. 1



Sebaliknya, jika kondisi yang diseleksi adalah tidak benar (bernilai logika = 0), maka pernyataan yang mengikutinya tidak akan diproses.

Mengenai kodisi harus ditulis diantara tanda kurung, sedangkan pernyataan dapat berupa sebuah pernyataan tunggal, pernyataan majemuk atau pernyataan kosong. Diagram alir dapat dilihat di disamping.

Pernyataan if-else Pernyataan if-else memiliki bentuk : if (kondisi) pernyataan-1; else pernyataan-2; Arti dari pernyataan if-else : 

Jika kondisi benar, maka pernyataan-1 dijalankan.



Sedangkan bila kondisi bernilai salah, maka pernyataaan-2 yang dijalankan.

Masing-masing pernyataan-1 dan pernyataan-2 dapat berupa sebuah pernyataan tunggal, pernyataan majemuk ataupun pernyataan kosong. Contoh penggunaan pernyataan if-else adalah untuk menyeleksi nilai suatu bilangan pembagi. Jika nilai bilangan pembagi adalah nol, maka hasil pembagian dengan nilai nol akan mendapatkan hasil tak berhingga. Jika ditemui nilai pembaginya nol, maka proses pembagian tidak akan dilakukan.

2

B.

Tugas Pendahuluan 1. Buat program yang membaca nilai integer dan menuliskan “Nilai a positif” jika a >= 0 dan “Nilai a negatif” jika a < 0. a. Algoritma

b.

Deklarasikan bil sebagai bilangan bulat

START

1. Baca bilangan, dan tampung di variabel bil 2. Jika bilangan tersebut lebih dari atau sama dengan 0, maka lakukan langkah 3 3. Tampilkan “bil adalah bilangan positif”. 4. Jika bilagan tersebut kurang dari 0, maka lakukan langkah 5 5. Tampilkan “bil adalah bilangan negatif”

2.

Flowchart

READ bil

Y

IF bil >= 0

PRINT “bilangan positif”

N PRINT “bilangan negatif”

END

Buat program untuk menginputkan sebuah bilangan, kemudian cetak ke layar bilangan tersebut dan beri komentar apakah bilangan tersebut ganjil atau genap. a. Algoritma Deklarasikan bil sebagai bilangn bulat. 1. Baca bilangan, dan tampung di variabel bil 2. Modulus bil dengan angka 2 3. Jika hasil sisa bagi(modulus) bilangan tersebut sama dengan 0, lakukan langkah 4 4. Tampilkan “bil adalah bilangan genap”. 5. Jika tidak maka lakukan langkah 6 6. Tampilkan “bil adalah bilangan postitif”

b.

Flowchart START

READ bil

sisa = bil % 2

IF sisa == 0

Y

PRINT “bilangan genap”

N PRINT “bilangan ganjil”

END

3

3. Buat program menggunaan pernyataan if adalah untuk menentukan besarnya potongan harga yang diterima oleh seorang pembeli, berdasarkan kriteria :  tidak ada potongan harga jika total pembelian kurang dari Rp. 100.000 (dalam hal ini potongan harga diinisialisasi dengan nol).  bila total pembelian lebih dari atau sama dengan Rp. 100.000, potongan harga yang diterima diubah menjadi sebesar 5% dari total pembelian. a.

Algoritma Penentu Diskon Deklarasikan bayar dan diskon sebagai variabel bilangan pecahan float sekaligus berikan nilai 0 pada diskon 1. Baca total pembayaran, tampung di variabel bayar 2. Jika bayar lebih dari atau sama dengan 100000 maka kerjakan langkah 5, jika tidak maka langsung kerjakan langkah 6 3. Hitung diskon, dengan cara mengalikan bayar dengan 0.05(5%) 4. Hitung bayar kembali dengan cara mengurangi bayar dengan diskon. 5. Tampilkan uang yang harus dibayar di layar.

4.

Flowchart Penentu Diskon START

READ bayar

IF bayar >= 100000

N

Y

diskon = bayar * 0.5

bayar = bayar-diskon

PRINT bayar

END

Buat program yang menerima dua buah bilangan. Output dari program adalah “Bilangan pertama adalah kelipatan persekutuan bilangan kedua” jika bilangan pertama habis dibagi bilangan kedua atau “Bilangan pertama bukan kelipatan persekutuan bilangan kedua” jika tidak habis dibagi.

1.

a.

Algoritma Pengecek Kelipatan 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Deklarasikan bil1 dan bil2 sebagai bilangn bulat. Baca bilangan pertama, dan tampung di variabel bil1 Baca bilangan kedua, dan tampung di variabel bil2 Modulus bil1 dengan bil2 Jika hasil sisa bagi(modulus) bilangan tersebut sama dengan 0, lakukan langkah 4 Tampilkan “bil1 adalah kelipatan bil2 ”. Jika tidak maka lakukan langkah 6 Tampilkan “bil1 bukan kelipatan bil2”

4

a.

Flowchart Pengecek Kelipatan START

READ bil1, bil2

sisa = bil1 % bil2

IF sisa == 0

Y

PRINT Bil1 “adalah kelipatann” bil2

N PRINT Bil1 “bukan kelipatann” bil2

END

5. Gunakan pernyataan if…else untuk membuat program yang menerima 2 buah bilangan bulat masukan. Tampilkan hasil dari pembagian bilangan pertama dengan bilangan kedua, dengan ketelitian 3 desimal. a. Algoritma Deklarasikan bil1 dan bil2 sebagai bilangan bulat. 1. Baca bilangan pertama, dan tampung di variabel bil1 2. Baca bilangan kedua, dan tampung di variabel bil2 3. Jika bil2 adalah 0(nol) maka lakukan langkah 4, bila bukan lakukan langkah 5-6 4. Tampilkan kalimat “Bilangan pembagi tidak boleh nol”” 5. Bagi bil1 dengan bil2, simpan hasilnya di hasil 6. Tampilkan hasil pembagian

b.

Flowchart START

READ bil1, bil2

IF bil2 == 0

N

hasil = bil1 / bil2

Y PRINT

PRINT

“Bilangan pembagi tidak boleh nol”

hasil

END

5

C.

Percobaan 1. Penentu bilangan bulat positif atau negatif a. Listing program #include main() { int bil; printf("PRAKTIKUM 5 SOAL 1\nRENDRA | 2110131036 | 1D4ITB\n"); printf("\n======================================== \n\n"); printf("PENENTU BILANGAN POSITIF DAN NEGATIF\n"); printf("\n======================================== \n\n"); printf("Masukkan bilangan : "); scanf("%d",&bil); if(bil>=0) printf("\n%d adalah bilangan positif",bil); else printf("\n%d adalah bilangan negatif",bil); printf("\n\n"); }

b. Capture program

c. Analisis Bilangan positif ialah bilangan yang lebih dari nol sedangkan bilangan negatif adalah bilangan kurang dari nol. Untuk menyeleksi kondisi ini diperlukan pertintah if dimana apabila bilangan yang diinputkan user kurang dari nol maka sistem akan menampilkan informasi bahwa bilangan tersebut adalah bilangan positif sedangakan bila tidak maka bilangan tersebut sudah pasti bilangan adalah bilangan negatif. 2. Penentu bilangan ganjil atau genap a. Listing program #include main() { int bil; printf("PRAKTIKUM 5 SOAL 2\nRENDRA | 2110131036 | 1D4ITB\n"); printf("\n======================================== \n\n");

6

printf("PENENTU BILANGAN GANJIL ATAU GENAP\n"); printf("\n======================================== \n\n"); printf("Masukkan bilangan : "); scanf("%d",&bil); printf("\nBilangan yang anda inputkan adalah : %d",bil); if(bil % 2 == 0) printf("\nBilangan tersebut adalah bilangan genap",bil); else printf("\nBilangan tersebut adalah bilangan ganjil",bil); printf("\n\n"); }

b. Capture program

c. Analisis Bilangan ganjil ialah bilangan yang habis dibagi 2 sedangkan bilangan genap adalah bilangan yang tidak habis dibagi 2, Untuk menyeleksi kedua pernyataan tersebut diperlukan perintah if-else. Untuk mencari apakah bilangan tersebut habis dibagi 2 atau tidak, kita memerlukan operator modulus. Setelah tahu sisa baginya baru diseleksi menggunakan if-else. 3. Program Penghitung Diskon a. Listing program #include main() { float bayar,diskon = 0.0f; printf("PRAKTIKUM 5 SOAL 3\nRENDRA | 2110131036 | 1D4ITB\n"); printf("\n======================================== \n\n"); printf("PROGRAM PENGHITUNG DISKON SEDERHANA\n"); printf("\n======================================== \n\n"); printf("Masukkan total pembelian: Rp. "); scanf("%f",&harga); if(harga >= 100000) { diskon = bayar * 0.05; bayar = bayar - diskon; }

7

printf("\nTotal pembelian anda \t: Rp. %0.2f",bayar); printf("\n\n"); }

b. Capture program

c. Analisis Diskon akan diberikan ketika total pembelian lebih dari Rp. 100.000. Untuk menyeleksi diskon tersebut maka kita bisa menggunakan perintah if saja untuk kondisi total pembelian lebih dari 100000. Jika kondisi tersebut terpenuhi, maka program akan menghitung diskon yang diberikan kemudian mengurangi total pembelian. Sedangkan apabila tidak terpenuhi, maka total pembelian akan tetap, tidak dikurangi diskon. 4. Pengecek kelipatan bilangan a. Listing program #include main() { int bil1,bil2; printf("PRAKTIKUM 5 SOAL 4\nRENDRA | 2110131036 | 1D4ITB\n"); printf("\n======================================== \n\n"); printf("PENGECEK KELIPATAN BILANGAN\n"); printf("\n======================================== \n\n"); printf("Masukkan bilangan pertama \t: "); scanf("%d",&bil1); printf("Masukkan bilangan kedua \t: "); scanf("%d",&bil2); if(bil2 % bil1 == 0) printf("\nBilangan pertama[%d] ADALAH kelipatan persekutuan bilangan kedua[%d]",bil1,bil2); else printf("\nBilangan pertama[%d] BUKAN kelipatan persekutuan bilangan kedua[%d]",bil1,bil2); }

8

b. Capture program

c. Analisis Untuk mengetahui suatu bilangan apakah kelipatan dari bilangan lainnya, kita dapat menggunakan operator modulus kemudian kondisinya kita tentukan dengan pernyataan if-else. Suatu bilangan merupakan kelipatannya apabila bilangan tersebut habis dengan bilangan lain, dan bukan kelipatannya bila tidak habis dibagi. 5. Program pembagi 2 bilangan a. Listing program #include main() { float bil1,bil2,hasil; printf("PRAKTIKUM 5 SOAL 5\nRENDRA | 2110131036 | 1D4ITB\n"); printf("\n======================================== \n\n"); printf("PROGRAM PEMBAGI BILANGAN \n"); printf("\n======================================== \n\n"); printf("Masukkan bilangan pertama \t: "); scanf("%f",&bil1); printf("Masukkan bilangan kedua \t: "); scanf("%f",&bil2); if(bil2 == 0) printf("\nBilangan kedua tidak boleh nol!"); else { hasil = bil1 / bil2; printf("\nHasil bagi %f dan %f adalah %.3f",bil1,bil2,hasil); } printf("\n\n"); }

9

b. Capture program

c. Analisis Dalam ilmu matematika, tidak dikenal pembagian dengan bilangan nol. Apabila hal ini dilakukan di komputer atau bahasa pemrograman maka akan menghasilkan error pula. Oleh karena itu kita bisa membuat semacam error handling dimana apabila bilangan pembagi atau bilangan kedua adalah bilangn nol maka langsung berikan peringatan “Bilangan kedua tidak boleh nol” tanpa perlu melakukan proses permbagian terlebih dahulu.

D.

Soal Tambahan 1) Program penentu bilangan absolut a. Listing program #include main() { int bil,abs; printf("PRAKTIKUM 5 Tambahan 1\nRENDRA | 2110131036 | 1D4ITB\n"); printf("\n======================================== \n\n"); printf("PROGRAM PENGHITUNG NILAI ABSOLUT \n"); printf("\n======================================== \n\n"); printf("Masukkan bilangan \t: "); scanf("%d",&bil); if(bil < 0) abs = bil * -1; else abs = bil; printf("\nNilai absolute dari bilangan %d adalah %d.",bil,abs); printf("\n\n"); }

10

b. Capture program

c. Analisis Bilangan absolut adalah bilangan yang nilainya selalu positif walaupun inputannya berupa bilangan negatif. Untuk mencari bilangan positif tersebut kita bisa menggunkan perintah if dimana apabila bilangan yang diinputkan adalah bilangan negatif(kurang dari nol) bilangan tersebut harus dikalikan -1 dahulu sehingga menjadi bilangan positif. 2) Untuk 3 flow chart di bawah ini lakukan tracing flow chart untuk menemukan outputnya, jika input yang diberikan adalah : (1) bil = 10 (2) bil = -10 (3) bil = 0

1) Kategori A 2) (kosong) 3) (kosong)

1) Kategori A 2) Kategori B 3) Kategori B

1) Kategori A 2) Kategori B Kategori A 3) Kategori B Kategori A

E. Kesimpulan 1. Di dalam bahasa permrograman terdapat 3 cara yang biasanya digunakan untuk melakukan perintah sesuai kondisi yaitu if, if else dan switch-case. 2. Suatu blok if akan dijalankan apabila memenuhi kondisi sesuai kriteria. 3. Untuk menentukan kondisi kita dapat menggunakan operator kondisi seperti ==, =. 4. Selain itu kita juga dapat menggunakan operator logika untuk menggabungkan 2 kondisi atau lebih. 11

PRAKTIKUM 6 Decission : Nested if & else if A.

Dasar Teori

Pernyataan if di dalam if Di dalam suatu pernyataan if (atau if-else) bisa saja terdapat pernyataan if (atau ifelse) yang lain. Bentuk seperti ini dinamakan sebagai nested if. Secara umum, bentuk dari pernyataan ini adalah sebagai berikut :

Kondisi yang akan diseleksi pertama kali adalah kondisi yang terluar (kondisi-1). Jika kondisi-1 bernilai salah, maka statemen else yang terluar (pasangan if yang bersangkutan) yang akan diproses. Jika else (pasangannya tsb) tidak ditulis, maka penyeleksian kondisi akan dihentikan. Jika kondisi-1 bernilai benar, maka kondisi berikutnya yang lebih dalam (kondisi-2) akan diseleksi. Jika kondisi-2 bernilai salah, maka statemen else pasangan dari if yang bersangkutan yang akan diproses. Jika else (untuk kondisi-2) tidak ditulis, maka penyeleksian kondisi akan dihentikan. Dengan cara yang sama, penyeleksian kondisi akan dilakukan sampai dengan kondisi-n, jika kondisi-kondisi sebelumnya bernilai benar.

12

B.

Tugas Pendahuluan 1. Buatlah program yang menerima masukan berupa suhu dari sebuah benda. Keluaran dari program ini adalah “Benda berbentuk padat” jika suhu di bawah 0 derajat, “Benda berbentuk cair” jika suhu antara 0-100 dan “Benda berbentuk gas” jika suhu di atas 100 derajat. a. Algoritma Deklarasikan suhu sebagai bilangan pecahan float. 1. Masukkan suhu 2. Jika suhu kurang dari nol kerjakan langkah 3 bila tidak kerjakan langkah 4 dan seterusnya 3. Tampilkan “Benda tersebut adalah benda padat”. 4. Jika suhu kurang dari seratus kerjakan langkah 5 bila tidak kerjakan langkah 6 5. Tampilkan “Benda tersebut adalah benda cair”. 6. Tampilkan “Benda tersebut adalah benda gas”. b. Flowchart START

READ suhu

IF suhu < 0

N

Y PRINT “Benda Padat”

IF suhu ak AND kt > ps

Y

N

IF ak > ps AND ak > kt

Y

N

IF rata < 75

Y

PRINT

PRINT

PRINT

PRINT

“Anda lolos di bagian Pemasaran”

“Anda lolos di bagian Produksi”

“Anda lolos di bagian Administrasi ”

“Maaf, Anda Tidak Lolos”

END

3. Dengan menggunakan pernyataan else..if , buatlah program kalkulator sederhana! a. Algoritma kalkulator sederhana

14

Deklarasikan bil1,bil2,hasil sebagai bilangan pecahan dan juga op sebagai bilangan bulat. 1. Baca bil1, bil2 dan op 2. Jika op sama dengan 1 lakukan langkah 3, jika tidak lakukan langkah 5 3. Hitung hasil dengan menjumlahkan bil1 dengan bil2, tampung hasilnya di hasil. 4. Tampilkan hasil 5. Jika op sama dengan 2 lakukan langkah 6, jika tidak lakukan langkah 8 6. Hitung hasil dengan menjumlahkan bil1 dengan bil2, tampung hasilnya di hasil. 7. Tampilkan hasil 8. Jika op sama dengan 3 lakukan langkah 9, jika tidak lakukan langkah 11 9. Hitung hasil dengan menjumlahkan bil1 dengan bil2, tampung hasilnya di hasil. 10. Tampilkan hasil 11. Jika op sama dengan 4 lakukan langkah 12, jika tidak lakukan langkah 14 12. Hitung hasil dengan menjumlahkan bil1 dengan bil2, tampung hasilnya di hasil. 13. Tampilkan hasil 14. Tampilkan peringatan “Operator yang anda masukkan salah” b. Flowchart kalkulator sederhana READ bil1,bil2

START

N

IF Op == 4 //Perkalian

Y hasil = bil1 * bil2

N

PRINT “Pilih menu…”

IF Op == 3 //Pembagian

N

READ op

IF Op == 2 //Pengurangan

Y hasil = bil1 / bil2

N

IF Op == 1 //Penjumlahan

Y hasil = bil1 - bil2

Y hasil = bil1 + bil2

PRINT “Operator Salah”

PRINT

PRINT

PRINT

PRINT

hasil

hasil

hasil

hasil

END

4. Buat program untuk mengkonversikan nilai angka ke nilai huruf a. Algoritma Program konversi nilai ke huruf Deklarasikan nilai sebagai bilangan pecahan 1. Masukkan bilangan 2. Jika bilangan lebih dari/sama dengan 0 dan kurang dari/sama dengan 40 maka lakukan langkah 3, bila tidak, lakukan langkah 4 dan seterusnya 3. Tampilkan “Nilai anda E” di layar. 15

4. Jika bilangan lebih dari 40 dan kurang dari/sama dengan 55 langkah 5, bila tidak, lakukan langkah 6 dan seterusnya 5. Tampilkan “Nilai anda D” di layar. 6. Jika bilangan lebih dari 55 dan kurang dari/sama dengan 60 langkah 7, bila tidak, lakukan langkah 8 dan seterusnya 7. Tampilkan “Nilai anda C” di layar. 8. Jika bilangan lebih dari 60 dan kurang dari/sama dengan 80 langkah 9, bila tidak, lakukan langkah 10 dan seterusnya 9. Tampilkan “Nilai anda B” di layar. 10. Jika bilangan lebih dari 80 dan kurang dari/sama dengan 100 langkah 11, bila tidak, lakukan langkah 12 11. Tampilkan “Nilai anda A” di layar. 12. Tampilkan “Nilai yang anda masukkan salah!” di layar.

maka lakukan

maka lakukan

maka lakukan

maka lakukan

b. Flowchart Program konversi nilai ke huruf

READ n

START

N

//nilai

IF n > 80 AND n 60 AND n 55 AND n 40 AND n = 0 AND n = 3,0

N

PRINT “Anda kurang muda”

Y

READ kacamata

PRINT “Tidak boleh kacamata”

Y

READ status

PRINT “Harus Lajang”

Y

READ ipk

PRINT “Belajar lagi saja”

Y

PRINT “Anda Lolos”

END

17

C. Percobaan 1. Program penentu wujud benda a. Listing program #include main() { int suhu; printf("PRAKTIKUM 6 SOAL 1\nRENDRA | 2110131036 | 1D4ITB\n"); printf("\n======================================== \n\n"); printf("PROGRAM PENENTU WUJUD BENDA\n"); printf("\n======================================== \n\n"); printf("Masukkan suhu benda (Celcius): "); scanf("%d",&suhu); if(suhu < 0) printf("\nSuhu benda padat",suhu); else if(suhu < 100) printf("\nSuhu benda cair",suhu); else printf("\nSuhu benda gas",suhu); }

benda

%d

celcius,

Benda

tersebut

adalah

benda

%d

celcius,

Benda

tersebut

adalah

benda

%d

celcius,

Benda

tersebut

adalah

b. Capture program

c. Analisis Di dalam program ini membutuhkan 3 kondisi berbeda untuk menentukan suatu benda berwujud apa sesuai suhunya. Oleh karena itu diperlukanlah perintah if-else untuk menyeleksi masing-masing kondisi dari suhu yang telah diinputkan oleh user. Ketika suhu yang diinputkan sesuai kriteria pada kondisi, maka program akan langsung menampilkan wujud dari benda tersebut.

18

2. Program penerimaan karyawan a. Listing program #include main() { float akademik,psikologi,ketrampilan,rata; printf("PRAKTIKUM 6 SOAL 2\nRENDRA | 2110131036 1D4ITB\n"); printf("\n======================================== \n\n"); printf("PROGRAM PENERIMAAN KARYAWAN\n"); printf("\n======================================== \n\n"); printf("Masukkan suhu benda (Celcius): "); scanf("%d",&suhu);

|

printf("Masukkan Nilai Tes Akademik : "); scanf("%f",&akademik); printf("Masukkan Nilai Tes Psikologi : "); scanf("%f",&psikologi); printf("Masukkan Nilai Tes Ketrampilan : "); scanf("%f",&ketrampilan); rata = (akademik + psikologi + ketrampilan) / 3; if(rata > 7.5) { printf("\nSelamat anda telah diterima bekerja!"); if(akademik > ketrampilan && akademik > psikologi) printf("\nAnda ditempatkan di bagian ADMINISTRASI"); else if(ketrampilan > akademik && ketrampilan > psikologi) printf("\nAnda ditempatkan di bagian PRODUKSI"); else printf("\nAnda ditempatkan di bagian PEMASARAN"); } else printf("\nMaaf anda kurang beruntung!"); }

b. Capture program

19

c. Analisis Untuk menyeleksi kondisi seperti pada program penerimaan karyawan ini, diperlukanlah nested-if yaitu perintah if bersarang, atau if di dalam if. Blok if pertama digunakan untuk mengcek apakah peserta seleksi memilki nilain yang cukup atau tidak sedangkan blok if kedua yang berada di dalam if pertama berguna melakukan penempatan kerja sesuai kriteria nilai yang ditentukan. 3. Program kalkulator sederhana a. Listing program #include main() { float bil1, bil2, hasil, opmenu; printf("PRAKTIKUM 6 SOAL 3\nRENDRA | 2110131036 | 1D4ITB\n"); printf("\n======================================== \n\n"); printf("PROGRAM Kalkulator Sederhana\n"); printf("\n======================================== \n\n"); printf("Masukkan bilangan pertama \t: "); scanf("%f",&bil1); printf("Masukkan bilangan kedua \t: "); scanf("%f",&bil2); printf("\nMENU MATEMATIKA\n"); printf("\n[1] Penjumlahan"); printf("\n[2] Pengurangan"); printf("\n[3] Pembagian"); printf("\n[4] Perkalian"); printf("\nMasukkan pilihan anda \t: "); scanf("%f",&opmenu); if(opmenu == 1) hasil = bil1 + else if(opmenu == 2) hasil = bil1 else if(opmenu == 3) hasil = bil1 / else hasil = bil1 *

bil2; bil2; bil2; bil2;

printf("Hasil Operasi Tersebut \t= %.f",hasil); }

20

c. Capture program

d. Analisis Pada program kalkulator sederhana ini diperlukan fungsi if untuk menyeleksi operasi aritmatika yang akan dijalankan. Oleh karena itu diperlukanlah operator atau pilihan menu yang dapat dipilih oleh user dengan cara memasukkan nomor menu terlebih dahulu kemudian baru program menjalankan operasi sesuai operator yang dimasukkan. 4.

Program konversi nilai ke huruf a. Listing program #include main() { int nilai; printf("PRAKTIKUM 6 SOAL 3\nRENDRA | 2110131036 | 1D4ITB\n"); printf("\n======================================== \n\n"); printf("PROGRAM KONVERSI NILAI KE HURUF\n"); printf("\n======================================== \n\n"); printf("Masukkan nilai angka : "); scanf("%d",&nilai); if(nilai
View more...

Comments

Copyright © 2017 KUPDF Inc.
SUPPORT KUPDF